follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Konversi Naskah dan Penyuntingan

 

Konversi Naskah dan Penyuntingan

  1. 1.            Konversi Naskah

Konversi naskah adalah Penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati. Kelaziman dan kesepakatan ini cenderung menjadi aturan baku yang digunakan oleh para akademisi di perguruan tinggi. Namun, penulisan karya ilmiah tidak sebatas pada kegiatan akademis di perguruan tinggi. Para profesional dalam berbagai bidang disiplin ilmu yang bekerja di berbagai lembaga pemerintahan dan swasta, baik di dalam maupun di luar negeri cenderung menggunakan model naskah yang sudah lazim atau berdasarkan konversi.

Konversi naskah yang sudah lazim mencakup aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian meteri pelengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya.

  1. 2.            Pengetikan

Persyaratan pengetikan teks karya ilmiah mencakup penggunaan kertas, batas margin, spasi, bentuk, dan ukuran huruf.

1)             Kertas pilih satu dari dua jenis ukuran berikut ini.

(1)     Kertas berukuran kuarto (21,59 x 27,94 cm) atau letter pada microsoftwords. Setiap lembar kertas diketik satu sisi halaman dan tidak bolak-balik.

(2)     Kertas berukuran A4 (21 x 29,7 cm) atau format A4 pada microsoftwords. Setiap lembar kertas diketik pada satu sisi halaman.

2)             Pengetikan:

(1)     Batas margin kertas pias dari tepi atas 4 cm, kiri 4 cm, bawah 3 cm, dan kanan 3 cm atau mengikuti sistem komputer.

(2)     Naskah ditulis dengan huruf pika, arial atau times new roman pada MS Word komputer; judul diketik dengan font 16 s.d. 20 atau disesuaikan dengan panjang-pendek judul jika panjang menggunakan huruf yang lebih kecil dengan mempertimbangkan estetika penempilan.

(3)     Margin kiri-kanan diusahakan lurus, tanpa merusak kaidah bahasa, pemenggalan kata, serta memperhatikan tanda baca hubung, dan jarak antar kata. Jarak tajuk atau judul bab dari tepi kertas sebelah atas 6,5 cm atau 3 cm dari margin atas.

(4)     Jarak spasi: jarak antar basis dua spasi, jarak antar paragraf tiga spasi, jarak antara teks dan contoh tiga spasi, jarak antara tajuk dan uraian empat spasi, jarak antara uraian dan subjudul di bawahnya tiga spasi.

  1. 3.            Pengorganisasian Kerangan

Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, cermat, logis; penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.

Unsur Karangan Ilmiah:

Karangan ilmiah terdiri atas unsur-unsur sebagai berukut.

Pelengkap Pendahuluan

Judul sampul

Halaman judul

Halaman persembahan (kalau ada)

Halaman pengesahan (kalau ada)

Kata Pengantar

Abstrak

Daftar Isi

Daftar Gambar

Daftar Tabel

Inti Karangan/Bagian Utama Karangan

Pendahuluan

Bagian Utama

Kesimpulan

Palengkap Simpulan

Daftar Pustaka

Lampiran

Indeks

Riwayat Hidup Penulis

  1. 4.            Pelengkap Pendahuluan

4.1.       Halaman Sampul dan Halaman Judul

  1. Judul atau nama karangan. Halaman judul mencantunkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang, kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), mana lembaga (jurusan, fakultas, universitas) nama kota, dan tahun penulisan.
  2. Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut.

(1)     Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.

(2)     Judul harus menarik pembaca beik makna maupun penulisannya.

(3)     Sampul: nama karangan, penulis, penerbit.

(4)     Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, dan penerbit.

(5)     Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetris (karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karagan tidak terlalu formal).

(6)     Judul menggambarkan seluruh isi karangan.

(7)     Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.

(8)     Sampul: nama karangan, penulis, penerbit.

(9)     Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, dan penerbit.

(10) Bagian-bagian yang tertulis pada halaman judul:

  1. Judul: diketik dengan huruf kapital, misalnya:

UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR

  1. Penjelasan tentang rugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya:

Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2004

Skripsi ini diajukan untuk melengkapi ujian sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

  1. Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:

Dewi kartika

1302510255

Untuk mencegah kesalahan penilaian, makalah akhir semestar dapat ditambahkan kelas/seksi dan nomor urut absen di samping NIM,

DEWI KARTIKA

1305210215/00110/35

  1. Logo universitas untuk skripsi, tesis, dan disertasi; makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.
  2. Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, universitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:

JURUSAN AKUNTASI, FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

JAKARTA, 2004

  1. Hal-hal yang harus dihindari dalam halaman judul karangan formal:

(1)     Komposisi tidak menarik,

(2)     Tidak estetik,

(3)     Hiasan gambar tidak relevan,

(4)     Variasi huruf jenis huruf,

(5)     Kata ditulis oleh,

(6)     Kata NIM/NRP,

(7)     Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi,

(8)     Kata-kata yang berisi slogan,

(9)     Ungkapan emosional, dan

(10) Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.

4.2.       Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian, bahwa karya ilmiah yang telah ditandatangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formalurutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya. Perhatikan hal-hal berikut ini:

Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan.

Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program/jurusan ditulis secara benar dan disusun secaras simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui okeh pebimbing dan pembaca/penguji. Penulis kripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji dihadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditandatangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan.

Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.

Hal-hal yang harus dihindarkan:

  1. Menggarisbawahi nama dan kata-kata lain,
  2. Mencetak nama dengan huruf kapital seluruhnya,
  3. Tulisan melampau garis tepi,
  4. Menggunakan titik atau koma pada akhir nama,
  5. Menulis nama tidak lengkap,
  6. Menggunakan huruf yang tidak standar,
  7. Tida mencantumkan gelar akademis, dan
  8. Menuliskan kata bapak atau ibu di depan nama.

4.3.       Kata Pengantar

Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis karangan ini dilakukan. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, thesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut. Perhatikan unsur-unsur yang harus dicantumkan dan cara penulisannya.

(1)          Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(2)          Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah,

(3)          Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah,

(4)          Penjelassan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekelompok orang, atau organisasi/lembaga,

(5)          Ucapan terima kasih kepada seseorang/lembaga yang membantu,

(6)          Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda tangan,

(7)          Harapan penulis atas karangan tersebut, dan

(8)          Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.

Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan behasa Indonesia yang baik dan baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, naskah utama, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah ditulis ulang dalam isi karangan.

Hal-hal yang harus dihindarkan.

(1)          Menguraikan isi karangan,

(2)          Mengungkapkan perasaan berlebihan,

(3)          Menyalahi kaidah bahasa,

(4)          Menunjukkan sikap kurang percaya diri,

(5)          Kurang meyakinkan,

(6)          Kata pengantar terlalu panjang,

(7)          Menulis kata pengantar ssemacam sambutan

Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca kalimat tidak efektif. Kesalahan bahasa yang sering terjadi pada kata pengantar, misalnya kesalahan kalimat. Perhatikan kalimat berikut ini dan tunjukkan kesalahannya.

KATA PENGANTAR

            Karya ilmiah berjudul “upaya menciptakan kreativitas baru berbasis budaya adat Sunda” ini dapat saya selesaikan dengan baik semata-mata atas rakhmat Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, penulis mengucapkan puji syukur kepada-Nya.

Karya ilmiah ini ditulis untuk melengkapi kegiatan kuliah bahasa Indonesia di Universitas Negeri Jakarta pada akhir semester genap 2004. Penulisan berdasarkan data sekunder dan data primer berupa cerita adat masyarakat asli di daerah Sunda.

Penulisan karya ilmiah ini memungkinkan oleh adanya bantuan dan bimbingan dari berbagia pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan tersebut kepada:

Kedua orang tua kami,

Ketua Jurusan Ekonomi, dan

Bapak Waluya selaku dosen pebimbing.

Penulis menyusun karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya. Namun, penulis menyadari kemungkinan adanya kekurangan atau kesalahan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca akan penulis terima dengan rasa syukur.

Semoga karya ini bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 18 Agustus 2004

Penulis,

Dewi Kartika

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan Rahmat dan Hidayah-Nya, maka selesailah tugas bahasa Indonesia dengan tema: Permasalahan Ekonomi yang Sedang Terjadi di Indonesia.

(1)          Puji dan syukur Kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Fungsi Kemesraan terhadap Pembinaan Keluarga.”

(2)          Dengan memanjatkan piji syukur ke hadirat TUHan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan tugas karya tulis yang berjudul Teknologi CD-Rom sebagai Media Komunikassi Bisnis ini dengan baik dan tepat waktu.

(3)          Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa saya dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Contoh pengetikan kata pengantar

(1)          Kesalahan dan pembetulan kalimat pertama:

Penggunaan kosakata yang lazim digunakan dalam pergaulan, bahasa lisan.

memanjatkan puji dan syukur kepada…

dengan rahmat dan hidayah-Nya

sebaiknya diganti

puji dan syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan atas…

Pembetulan:

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Essa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan paper “Permasalahan Ekonomi yang Sedang Terjadi di Indonesia,” dapat diselesaikan dengan baik.

(2)          Kesalahan dan pembetulan kalimat kedua:

Salah nalar, dengan puji dan syukur tugas selesai. Seolah-olah tanpa usaha, dengan puji dan syukur tugas selesai, semacam sulapan.

Pembetulan:

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga berhassil menyelesaikan makalah “Fungsi Kemesraan terhadap Pembinaan Keluarga.”

atau

penulis berhasil menyelesaikan makalah “Fungsi Kemesraan terhadap Pembinaan Keluarga.” Ini dengan baik, semata-mata atas rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa kepada penulis. Oleh karena itu, penulis bersyukur ke hadirat-Nya.

(3)          Kesalahan dan pembetulan kelimat kedua dan ketiga:

Penggunaan kata memanjatkan seharusnya hanya digunakan dalam bahasa lisan, sebaiknya diganti dengan mengucapkan.

Salah nalar, “dengan puji dan syukur” tugas selesai. Seolah-olah tanpa usaha tugas selesai.

Kami saharusnya penulis dan ditulis dengan huruf kecil, dan tidak efektif.

Pembetulan:

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan karya tulis “Teknologi CD Rom sebagai Media Komunikasi Bisnis.” Ini dengan baik dan tepat waktu.

(4)          Kesalahan dan pembetulan kalimat keempat: sama dengan kesalahan kalimat ketiga.

Pembetulan:

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.

4.4.       Abstrak

Untuk mengetahui keseluruhan isi karangan yang berupa laporan atau dokumen dalam waktu amat singkat diperlukan abstrak. Dengan abstrak ini, pembaca laporan dapat memanfaatkan informasi langsung tanpa membaca laporan asli, misalnya tindakan cepat dan akurat setelah mengetahui isi laporan.

Abstrak adalah suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara teknis, teliti, tanpa kritik atau penafsiran penulis abstrak. Abstrak juga dapat didefinisikan “abstrak adalah pernyataan singkat tetapi akurat dari isi dokumen tanpa menambah tafsiran atau kritik dan tanpa membedakan untuk siapa abstrak itu dibuat” (American National Standard Institute’s, 11979). Selain itu, dapat didefinisikan pula bahwa “abstrak ialah uraian singkat tetapi akurat yang mewakili isi dokumen, tanpa menambah interpretasi atau kritik dan tanpa melihat siapa pembuat abstrak tersebut” (ISO 214-1976).

1)             Karakteristik abstrak:

(1)          Singkat: tidak memuat latar belakang, tidak memuat contoh, tidak memuat penjelasan alat, cara kerja, dan proses yang sudah lazim/dikenal, tidak lebih dari 250 kata, hanya memuat: (1) metode kerja dari pengumpulan data sampai dengan penyimpulan, dan (2) data yang sudah diolah.

(2)          Berketelitian tinggi: (1) menggunakan sumber dokumen asli secara cermat, mudah dipahami, dan (2) menggunakan kata atau istilah yang sama dengan dokumen aslinya.

(3)          Bentuk tulisan: (1) informatif kualitatif atau kuantitatif bergantung pada naskah asli, dan (2) deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif bergantung pada naskah asli.

(4)          Stuktur:

  1. Judul laporan/dokumen asli,
  2. Nama asli penulis laporan (dokumen),
  3. Tujuan atau masalah,
  4. Cara kerja, proses, atau metide kerja,
  5. Hasil kerja dan validitas hasil,
  6. Kesimpulan, dan
  7. Inisial penulis abstrak.

2)             Jenis abstrak:

(1)          Abstrak Indikatif yaitu abstrak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkandung dalam dokumen lengkapnya. Abstrak ini tidak memadatkan isi dokumen asli, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya dan hanya memberikan indikasi sassaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah penulisan asli perlu dibaca atau tidak. Pembaca abstrak cenderung mementingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk tindakan tertentu.

(2)          Abstrak Informatif yaitu miniatur laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data laporan sehingga pembaca abstrak tidak perlu lagi membaca naskah aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhan naskah asli dalam bentuk mini: judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan, dan kode inisial penulis abstrak.

STUDI PENDALAMAN MENGENAI METODE INABAH, DALAM UPAYA PENYEMBUHAN PENDERITAKETAGIHAN ZAT ADIKTIF MELALUI PROSES DIDIK, MENURUT PONDOK PESANTREN SURYALAYA: LAPORAN PENELITIAN, EMO KASTAMA

Jakarta: Lembaga Penelitian IKIP Jakarta, 1992, 60 hal.

Telah diteliti penggunaan metode inabah dalam upaya penyembuhan korban narkotika dan zat adiktif lainnya melalui proses didik berdasarkan pendekatan agama Islam menurut Pondok Pesantren Suryalaya. Penyembuhan dilakukan secara ilmiah, mengutamakan mandi, sholat, dan dzikir. Hasil penyembuhan mencapai 83,91%. Penelitian menyimpulkan bahwa metode inabah dapat dijadikan alternatif penyembuhan korban penyalahgunaan narkoba dan zat-zat adiktif lainnya (EK)

Contoh abstrak indikatif:

Contoh abstrak informatif:

KEGIATAN KONSULTASI BISNIS DAN PENEMPATAN KERJA (KBPK) BAGI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DAN PENGUSAHA KECIL DI JAKARTA TIMUR: LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, WIDJONO HS., DKK.

Jakarta, LPM Universitas Negari Jakarta, 2002

            Kegiatan KBPK ini bertujuan mengatasi pengangguran lulusan perguruan tinggi dan mengembangkan pengusaha kecil di Jakarta Timur.

Kegiatan ini memberikan layanan konsultasi dalam memanfaatkan peluang kerja bagi alumni dengan kreativitas, kecerdassan, dan motivasinya sehingga dapat berprestasi dalam usaha tersebut, baik dalam bisnis maupun mengisi peluang kerja. Kepada pengusaha kecil, KBPK memberikan pelayanan konsultasi agar mereka segera bangkit dari kelesuan bisnisnya. Kegiatan ini dilaksanakan bertahap (1) mengidentifikasi permasalahan klien, (2) menentukan target pencapaian, (3) mengevaluasi kinerja dengan menginventarisasi masalah, sumber daya, dan target yang hendak dicapai, (4) mendata umpan balik, (5) mengefisienkan sumber daya dan mengefektifkan pencapaian target, (6) menentukan strategi, dan (7) melaksanakan konsultasi. Hasil yang dicapai baru 20 persen dari 120 klien. Namun, kegiatan ini menghasilkan kerangka kerja yang dapat dijadikan dasar pengembangan selanjutnya.

Kesimpulan: dengan berbagai hambatan dalam kesulitan yang dihadapi, kegiatan ini belum seperlunya berhasil (Wi)

Perhatikan catatan berikut ini.

(a)           Tujuan: menjelaskan jangkauan laporan, mengapa laporan tersebut ditulis.

(b)          Kecuali, jika tujuan dan jangkauan ini sudah jelas dari judul laporan atau dokumen. Rumusan tujuan singkat ini dapat disatukan dengan masalah.

(c)           Metode pembahasan (penelitian): menguraikan secara ringkas cara kerja mencapai tujuan, penjelasan umum teknik pembahasan atau metode yang digunakan (khusus teknik baru diuraikan secara jelas), pendekatan, metode dasar, jangkauan data: cara memperoleh dan menganalisis data.

(d)          Hasil: menggambarkan penemuan dan pencapaian tujuan, hasil uji hipotesis (kalau ada), hasil analisis; disajikan sesingkat dan seinformatif mungkin.

(e)           Temuan dapat berupa pembuktian baru, teori baru, pengaruh hubungan, atau temuan lain sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

(f)           Simpulan: menggambarkan interpretasi hasil, capaian tujuan, jawaban masalah. Seluruhnya disajikan secara singkat, ringkas, akurat, dan jelas.

(g)          Rekomendasi (jika diperlukan) disajikan secara singkat dan menyebutkan fungsi yang diharapkan.

4.5.       Daftar Isi

Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konversi naskah karangan ilmiah. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, subbab, dan unsur-unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.

Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-subbab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan. Jika menggunakan angka desimal, angka pertama nomor Bab I pada baris pertama harus diikuti secara lurus dengan angka pertama nomor Bab II, Bab III, dan seterusnya. Untuk menghasilkan daftar isi yang baik, perhatikan hal-hal berikut ini.

(1)          Baik judul bab dan subbab disusun secara paralel dan konsisten .

(2)          Rincian subbab maksimal empat angka.

(3)          Nomor dan penggunaan huruf (huruf kapital, dan huruf kecil) berfungsi sebagai ciri atau penanda judul bab, subbab, dan rincian. Setiap judul bab ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata; kata lugas (misalnya: yang, kepada, dari) ditulis dengan huruf kecil seluruhnya.

(4)          Nomor halaman berfungsi untuk merujuk judul bab, subbab, dan rincian. Untuk memudahkan pembaca, judul dan nomor halaman dihubungkan dengan titik-titik.

(5)          Tajuk bab, subbab, dan rincian harus menggambarkan isi karangan dan disusun sesuai dengan regangan.

(6)          Skripsi dan makalah yang lebih dari 10 halaman harus menggunakan……

(7)          Daftar isi tidak sama dengan ragangan karangan. Ragangan menggambarka uraian (analisis dan sintesis) bagian utama karangan, sedangkan daftar isi mencantumkan seluruh unsure pelengkap pendahuluan, bagian utama (isi) karangan, dan pelengkap penutup.

DAFTAR ISI

 

Halaman Judul ……………………………………………………………………………            i

Lembar Pengesahan ……………………………………………………………………..           ii

Abstrak ………………………………………………………………………………….           iii

Kata Pengantar……………………………………………………………………………          iv

Daftar Isi …………………………………………………………………………………          v

Daftar Tabel ………………………………………………………………………………          v

Daftar Gambar ……………………………………………………………………………        vi

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………..         1

1.1Latar Belakang …………………………………..……………………………………..        1

1.1  Masalah ……………………………………………………………………………….        3

1.2  Tujuan …………………………………………………………………………………        3

1.3  Pembatasan Masalah ………………………………………………………………….        3

1.4  Metode Pembahasan ………………………………………………………………….        5

BAB II DESKRIPSI TEORI …………………………………………………………….         7

1.1  Budaya Tradisi Betawi ……………………………………………………………….        7

1.2  Cerita Rakyat …………………………………………………………………………        9

1.3  Kreativitas Baru ………………………………………………………………………      12

1.4  Kreativitas Baru Neoklasik …………………………………………………………..       18

BAB III DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA …………………………………………       20

1.1  Deskripsi Data ………………………………………………………………………..      20

1.2  Analisis Data …………………………………………………………………………      35

1.3  Hasil Analisis …………………………………………………………………………     40

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………………………..       45

1.1  Kesimpulan …………………………………………………………………………..      45

1.2  Saran-saran …………………………………………………………………………..      47

DAFTAR BACAAN …………………………………………………………………….      49

Lampiran …………………………………………………………………………………     51

Indeks ……………………………………………………………………………………      55

Daftar Riwayat Hidup ……………………………………………………………………     57

Penulisan yang harus dihindari:

  1. Judul bab, subbab terlalu panjang.
  2. Penataan margin kiri, kanan, atas, dan bawah tidak lurus, tidak konsisten
  3. Nomer halaman tidak lurus (tidak sesuai) dengan tajuk,
  4. Tajuk dan nomer halaman tidak sesuai dengan nomer halaman buku,
  5. Mengabaikan estetika, dan
  6. Kesalahan bahasa (tajuk, tidak jelas, diksi, ejaan, tanda baca).

Contoh kesalahan tanda baca:

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………        1

1.1.            Latar Belakang ……………………………………………………..          1

1.2.            Masalah …………………………………………………………….          3

Nomer (angka) kedua tidak diikuti titik, seharusnya:

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………        1

1.1       Latar Belakang ……………………………………………………….          1

1.2     Masalah ………………………………………………………………          2

4.6 Daftar Gambar

Setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar dan nomer halaman.

4.7 Daftar Tabel

Setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar table. Daftar ini menginformasikan nama tabel dan nomer halaman.

5. Naskah Utama Karangan

5.1 Pendahuluan

Pendahuluan adalah Bab I karangan. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan. Keseluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas, dianalisis- sintesis, dideskripsi, atau diuraikan dalam bab kedua sampai dengan bab terakhir.

Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok pikiran yang harus tertuang dalam masing-masing unsure pendahuluan sebagai berikut:

  1. Latar belakang masalah, menyajikan:
    1. Penalaran yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan. Untuk itu, arah penalaran harus jelas misalnya deduktif, sebab-akibat, atau induktif.
    2. Kegunaan praktis hasil analisis, misalnya: memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan, memberikan acuan bagi pengembangan sistem kerja yang akan datang.
    3. Pengetahuan tentang studi kepustakaan, gunakan informasi mutakhir dari buku-buku ilmiah, jurnal, atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbitan terbaru.
    4. Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan, gunakan kata tanya yang menuntut adanya analisis, misalnya bagaimana… , mengapa….
    5. Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis, cukup dijawab dengan ya atau tidak.
  1. Tujuan penulisan berisi:
    1. Target , sasaran, atau upaya yang hendak dicapai, misalnya: mendeskripsikan hubungan X terhadap Y ; membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru; menguraikan pengaruh X terhadap Y.
    2. Upaya pokok yang harus dilakukan, misalnya: mendeskripsikan data primer tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli Jakarta; mendeskripsikan data sekunder tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli Jakarta; mendeskripsikan kreativitas baru yang merupakan sinergi budaya tradisi dan teknologi mutakhir; membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru; membuktikan bahwa pembangunan lingkungan permukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan bantuan pemerintah.
    3. Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Jika masalah utama dirinci menjadi dua, tujuan juga dirinci menjadi dua.
    4. Ruang lingkup masalah berisi
      1. Pembatasan masalah yang dibahas
      2. Rumusan detail masalah yang akan dibahas sesuai dengan regangan
      3. Defisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variable
  1. Landasan teori menyajikan:
    1. Deskripsi atau kajian teoritik variable X tentang prinsip-prinsip teori, pendapat ahli dan pendapat umum, hokum, dalil, atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi.
    2. Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan, penalaran, atau alasan menggunakan teori tersebut.
    3. Sumber data penulisan berisi:
      1. Sumber data seknder dan  data primer,
      2. Criteria penentuan jumlah data,
      3. Criteria penentuan mutu data,
      4. Criteria penentuan sempel, dan
      5. Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan.
      6. Metode dan teknik penulisan berisi:
        1. Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan, misalnya: metode kuantitatif, metode kualitatif, metode deskripsi, metode komperatif, metode korelasi, metode eksploratif, atau metode eksperimental.
        2. Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuisioner; analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan.
        3. Sistematika penulisan berisi:
          1. Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
          2. Penjelasan lambing-lambang, symbol-simbol, atau kode (kalau ada).

Butir 1 sampai 7 di atas wajib digunakan dalam penulisan skripsi, sedangkan untuk makalah ilmiah dapat menggunakan butir 1 sampai dengan 4 dan 5.

Untuk menghasilkan penulisan pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan persyaratan bahasa, persyaratan materi atau isi, persyaratan formal, persyaratan teknis, dan persyaratan pengetikan. Oleh klarena itu, penulisan perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Menggunakan kalimat lengkap, mengandung unsure subjek dan predikat (objek)
  • Menggunakan pilihan kata yang tepat, tidak terdapat kata yang mubazir
  • Menggunakan paragraph dengan kesatuan pikiran, kepaduan, dan koherensi.
  • Menyusun hubungan antarparagraf yang runtut, menggunakan kata transisi, paralelisme, kata ganti, atau repetisi
  • Menggunakan ejaan secara tepat, terutama penulisan kata, penggunaan huruf capital, pemenggalan kata, dan tanda baca
  • Mengembangkan pikiran (konsep) secara konsisten, sesuai dengan regangan, permasalahan, tujuan penulisan, pembatasan masalah, dan ruang lingkup dalam satu kesatuan karangan.
  • Menggunakan notasi ilmiah
  • Memperhatikan segi-segi teknik penulisan dan pengetikan, dan menjauhi hal-hal yang dapat mengganggu/merusak penulisan berikut ini:
  1. Tidak menggunakan judul karangan sebagai rujukan seperti, misalnya:  Sesuai dengan judul di atas …, berdasarkan judul di atas …
  2. Tidak mengulang pikiran (konsep) ke dalam uraian berikutnya.
  3. Tidak memperlihatkan makna ganda, sikap mendua, keraguan, kebimbangan, ketidaktegasan, ketidakjelasan, ketidaktahuan, kebodohan, kekurangan pengalaman, dan sifat-sifat lain yang tidak meyakinkan.
  4. Tidak memulai bab dengan kutipan atau definisi yang diambil dari kamus yang dapat menimbulkan kesan bahwa penulis belum mampu memulai karangan dengan kata-kata sendiri
  5. Tidak mengawali bab dengan kalimat tanya retoris karena akan terlihat adanya pengulangan yang tidak diperlukan serta menimbulka kesulitan membuat kalimat berikutnya.
  6. Tidak menyimpang dari kaidah tata bahasa, kalimat efektif, kesempatan dan kesesuaian kata, ejaan, ragam bahasa ilmiah, dan teknik penulisan.
  7. Tidak menulis pendahuluan terlalu panjang, maksimum 1/7 uraian seluruhnya.

5.2 Inti Karangan

Bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna). Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsure-unsur berikut ini:

  1. Ketuntasan Materi:

Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. Pembahasan data primer harus menyertakan penbuktian secara logika, fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran.

  1. Kejelasan uraian/deskripsi:
    1. Kejelasan Konsep:

Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. Untuk itu, penguraian dari bab ke subbab, dari subbab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial, terutama dalam menganalisis, menginterpretasikan (menafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. Selain itu, penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran, penggunaan huruf, jarak spasi, teknik kutipan, catatan pustaka, dan catatan kaki.

  1. Kejelasan Bahasa
    1. 1.      Kejelasan dan ketepatan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. Untuk mewujudkan hal itu, kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias. Contoh: Dalam pengolahan ikan, teknologi kelautan Indonesia masih terbelakang (kata terbelakang tidak dapat diukur). Teknologi kelautan Indonesia belum menghasilkan kapal industry pengolahan ikan (dapat diukur). Ketegasan makna, misalnya: tidak menggunakan kata akhir-akhir ini . . .  lebih tegas menggunakan Agustus 2004 ini  . . . , banyak orang lebih tegas menggunakan angka lima puluh orang
    2. 2.      Kejelasan makna kalimat – tidak bermakna ganda, menggunakan struktur kalimat yang betul, menggunakan ejaan yang baku, menggunakan kalimat efektif, menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar;
    3. 3.      Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraph: kesatuan pikiran, kepaduan, koherensi (dengan repetisi, kata ganti, pararelisme,kata transisi), dan menggunakan pikiran utama, serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif, deduktif, kausal, kronologis, spasial).
    4. Kejelasan penyajian dan kebenaran fakta:

Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain: penyajian dari umum ke khusus, dari yang terpenting ke kurang penting; kejelasan urutan proses. Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar, grafik, bagan, table, diagram, dan foto-foto. Namun, kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya.

Misalnya:

  1. Fakta geografi: Mataram (Lomok), Mataram (Yogyakarta), Ciawi (Bogor), Ciawi (Tasik)
  2. Fakta sejarah: Hari Ibu 13 Desember, Hari Kartini 22 April, Hari Pemuda 28 Oktober, Hari Pahlawan 11 November
  3. Fakta ilmiah: air murni = H2O2, oksigen = O2
  4. Fakta statistic: angka murtalitas, angka natalitas, angka signifikansi, angka simpangan baku,dan jumlah penduduk
  5. Nama geografi: Tokyo atau Tokio, Yogyakarta atau Yogya
  6. Nama diri: Chairil atau khairil, H.B. Yassin atau HB Yasin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s